Foto : Illustrasi Perokok Abal-abal (Maaf Modelnya minta disamarkan ;))
- Selalu mengeluh dan memikirkan atas uang yang telah dikeluarkan untuk merokok, padahal cuma selisih seribu perak/dua ribu perak antar kios per bungkus tapi sudah merasa rugi sekian juta (kayak bakul yang PMS) … klo gak mau rugi dan boros karena merokok kenapa gak menghisap asap knalpot/asap bakaran sampah …
- Berhitung dan selalu evaluasi sudah berapa bungkus rokok dalam sehari yang telah dia rokok dan tetep aja masih mengeluh boros karena rokok, sambil grepe2 rokoknya temen dan cengengesan, "waduh belum sempat beli rokok, rokokku baru habis" ...
- Ketika sakit, dia selalu dan selalu menyalahkan rokok karena rokoklah penyebab utama dia sakit tapi ketika sembuh dari sakit dia pun lupa dan bergaya bak seorang koboy/don juan/bob marley etc merokoknya tidak seperti anjing buduk/keledai kudisan saat sakit …
- Pagi hari setelah bangun tidur apa yang dilakukan? Yang jelas batuk dan mengeluarkan dahak / riak yang ada ditenggorokkan yang kental dengan beragam warna (coklat, hijau, merah etc) sudah tahu kalo itu efek samping dari merokok kenapa musti dikeluarkan tidak ditelan? Sayangkan? Trus apa sensasi dari merokok yang lo cari? Sudah gitu tetep aja dilanjut merokoknya …

















